SIFAT KOLIGATIF

Ada empat sifat koligatif larutan yaitu kenaikan titik didih larutan (∆Tb), penurunan tekanan uap jenuh larutan (∆P), penurunan titik beku larutan (∆Tf), dan tekanan osmotik (ᴨ). Sifat koligatif yang dibahas di sini adalah untuk larutan berbentuk liquid dengan zat terlarut non volatile (sukar menguap)

Sifat koligatif adalah sifat larutan yang bergantung pada jumlah partikel (molekul atau ion) zat terlarut dan tidak bergantung pada sifat zat terlarutnya. Misalnya, ada beberapa jenis larutan, masing-masing mengandung jumlah partikel zat terlarut sama, maka harga sifat koligatifnya akan sama. Tetapi kalau kalau jumlah partikel zat terlarutnya berbeda, maka harga sifat koligatifnya akan berbeda juga. 

Banyaknya partikel zat terlarut dalam larutan ditentukan oleh besarnya konsentrasi dan sifat elektrolit atau non elektrolit larutannya. Untuk larutan sejenis: larutan yang konsentrasinya besar akan memiliki jumlah partikel zat terlarut lebih banyak dibandingkan dengan larutan yang konsentrasinya kecil. Untuk larutan berbeda jenis: pada konsentrasi yang sama, larutan elektrolit akan memiliki jumlah partikel zat terlarut yang lebih banyak dibandingkan dengan larutan non elektrolit. Hal ini terjadi karena pada larutan elektrolit, zat terlarut mengalami ionisasi sehingga jumlah partikel zat terlarutnya bertambah banyak.


Gambar 1

Gambar 1 menggambarkan sifat koligatif dari dua larutan sejenis yang memiliki konsentrasi/molaritas berbeda. Larutan 1 yang molaritasnya lebih besar memiliki titik didih (Tb) lebih besar dibandingkan dengan titk didih larutan 2 yang molaritasnya lebih kecil. Sedangkan tekanan uap (P) dan titik beku (Tf) dari larutan 1 yang molaritasnya lebih besar lebih rendah dibandingkan dengan tekanan uap dan titik beku larutan 2 yang molaritasnya lebih kecil.


Gambar 2

Gambar 2 menggambarkan sifat koligatif dari dua jenis larutan berbeda (non elektrolit dan elektrolit) yang memiliki konsentrasi/molaritas sama. Meskipun konsenrasinya sama, tetapi larutan elektrolit akan memiliki jumlah partikel zat terlarut lebih banyak dibandingkan dengan larutan non elektrolit. Hal ini terjadi, seperti yang disebutkan di atas, karena pada larutan elektrolit, zat terlarut mengalami ionisasi sehingga jumlah partikel zat terlarutnya bertambah banyak. Oleh karena itu, larutan elektrolit akan memiliki titik didih (Tb) lebih besar dibandingkan dengan titik didih larutan non elektrolit. Sedangkan tekanan uap larutan (P) dan titik beku larutan (Tf) dari larutan elektrolit lebih rendah dibandingkan dengan tekanan uap dan titik beku larutan non elektrolit.

Dari rumus mencari harga sifat koligatif juga dapat dipahami, kenapa untuk konsentrasi yang sama, harga sifat koligatif larutan elektrolit akan lebih besar dibandingkan dengan yang larutan non elektrolit. Sebabnya adalah rumus sifat koligatif larutan elektrolit memiliki pengali i (faktor van't hoff) , sedangkan rumus sifat koligatif larutan non elektrolit tidak memiliki pengali i. i berhubungan dengan jumlah ion yang dimiliki oleh suatu zat. Zat elektrolit akan memiliki ion-ion, sehingga akan memiliki harga i dan zat non elektrolit tidak akan memiliki ion-ion, sehingga tidak memiliki harga i. Berikut adalah rumus menghitung harga sifat koligatif larutan non elektrolit dan larutan elektrolit.





Keterangan:
m=molalitas, P0=tekanan uap jenuh pelarut murni, Kb=tetapan titik didih molal, Kf=tetapan titik beku molal, Xzt=fraksi mol zat terlarut, M=molaritas, nzt=mol zat terlarut, R=tetapan/0,082,T=273 + 0C, dan i=faktor van't hoff.

Note:
Molalitas (m) adalah besaran konsentrasi zat yang tidak dipengaruhi oleh suhu (suhunya berubah tidak akan menyebabkan harga molalitas berubah) dan molaritas (M) adalah besaran konsentrasi zat yang dipengaruhi oleh suhu (suhu berubah menyebabkan harga molaritas ikut berubah). Menghitung M itu menggunakan volume larutan. Kalau suhu berubah, maka volume larutan berubah sehingga harga M pun ikut berubah. Perhitungan ∆Tb harus menggunakan konsentrasi zat dalam besaran molalitas. Hal ini supaya konsentrasi zat terlarutnya tetap meskipun ada dalam perubahan suhunya, sehingga harga ∆Tb yang dihitung pun benar-benar akurat sesuai dengan kenyataan jumlah zat terlarutnya.

0 komentar:

Poskan Komentar